pengembangan industri di Indonesia
pengembangan industri di Indonesia

Tidak dapat dipungkiri, prospek pengembangan industri di Indonesia khususnya Minyak kelapa sawit kini semakin cerah baik di pasar dalam negeri maupun di pasar dunia. Sektor industri yang satu ini akan semakin strategis karena berpeluang sangat besar untuk lebih berperan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional indonesia dan menyerap tenaga kerja. 

Di dalam negeri, kebijakan pemerintah mengembangkan bahan bakar nabati (BBN) sebagai alternatif bahan bakar minyak (BBM) memberi peluang besar bagi pengembangan industri Minyak kelapa sawit untuk lebih berkembang. Sesuai dengan target pemerintah, pada 2010 mendatang sekitar 10% dari kebutuhan bahan bakar dalam negeri akan disuplai dengan BBN, dimana 7% diantara berbasis minyak sawit atau dikenal sebagai biodiesel. Untuk itu diperlukan tambahan pasokan atau peningkatan produksi Minyak kelapa sawit dalam jumlah besar.

Related image

Proyek ini mendapat sambutan positif. Beberapa waktu lalu telah ditandatangani 60 kesepakatan bersama antara berbagai pihak, termasuk 14 PMA dan 26 PMDN. Sampai tahun sekarang ini, nilai proyek untuk pengembangan Industri BBN akan mencapai sekitar US$ 9 miliar sampai dengan US$ 10 miliar yang disertai dana perbankan kurang lebih Rp 34 triliun. Tenaga kerja yang terserap diperkirakan mencapai 3,5 juta orang.

Selain itu di berbagai pasar minyak di dunia, dalam 10 tahun terakhir, penggunaan atau konsumsi minyak sawit tumbuh sekitar rata-rata 8%-9% per tahun. Untuk masa depan, laju pertumbuhan industry satu ini diperkirakan akan terus bertahan meningkat, bahkan tidak tertutup kemungkinan meningkat sejalan dengan trend penggunaan bahan bakar alternatif berbasis minyak nabati atau BBN seperti biodiesel.

Selanjutnya untuk Pertumbuhan penggunaan minyak kelapa sawit itu dipicu oleh adanya peningkatan jumlah penduduk di dunia sehingga semakin berkembangnya trend pemakaian bahan dasar oleochemical pada pengembangan industri makanan, pengembangan industri shortening, pharmasi (kosmetik). Trend ini berkembang karena produk yang menggunakan bahan baku Minyak kelapa sawit lebih berdaya saing dibandingkan minyak nabati dengan bahan baku lainnya.

Berdasarkan data dari Oil World, trend penggunaan komoditi berbasis minyak Minyak kelapa sawit di pasar global terus meningkat dari waktu ke waktu mengalahkan pengembangan industri berbasis komoditas vegetable oil lainnya seperti minyak gandum, minyak jagung, minyak kelapa.