Di era yang sudah sangat modern seperti saat ini, sepertinya isu e-money sudah sangat wajar ada dan berkembang. Salah satu perusahaan atau bidang yang akan menggunakan e-money dalam transaksi pembayarannya adalah PT. Jasa Marga Tbk yang bergerak dalam bidang jasa pembayaran jalan tol. Pihak Jasa Marga telah merencanakan sistem pembayaran non tunai untuk pembayaran tol. Berbagai pertimbangan telah dilakukan dengan melihat sisi manfaat dan dampak buruk akibat adanya sistem non tunai ini.

Masalah utama yang menajdi sorotan perhatian dibalik adanya rencana penggunaan e-money untuk pembayaran tol ini adalah masalah keberlangsungan pekerjaan pada karyawan Jasa Marga. Untuk menindaklanjuti rencana diberlakukannya e-money untuk pembayarn tol ini ada beberapa strategi dan antisipasi yang dilakukan oleh pihak Jasa Marga sendiri berkaitan dengan masalah karyawan. Dan solusi yang dapat diberikan adalah rencana program A-Life atau alih profesi yang ditawarkan oleh pihak Jasa Marga kepada karyawannya. Lalu apa itu program Alih Profesi?

Sebagai pertanggung jawaban dan solusi atas kebijakan sistem e-money ini, pihak Jasa marga menyiapkan program A-Life atau program alih profesi kepada karyawan yang sebelumnya bekerja sebagai penjaga tol dimana terkena dampak adanya elektronifikasi ini. Program A-Life ini sendiri adalah program pengalihan pekerjaan (profesi) atau perubahan jalur karier dan pekerjaan ke bidang yang berbeda dengan bidang sebelumnya.

Program alih profesi ini sendiri merupakan strategi dan solusi yang diambil oleh pihak Jasa marga yang menilai bahwa pekerjaan dan Suasana Gardu Tol Kurang Sehat bagi para karyawan. Program pengalihan pekerjaan ini dirasa cukup efektif dalam mengatasi masalah karyawan tersebut. Selain memperhatikan kefektifan pekerjaan , masalah mengenai isu Pemutusan Hak Kerja atau PHK dapat teratasi karena para pekerja mendapatkan lingkungan kerja baru yang lebih nyaman dan aman.

Bukan hanya sekedar mengalihkan profesi saja, namun pengalihan profesi yang ditawarkan ada 2 pilihan yang dapat diambil. Pertama adalah mengalihkan profesi ke anak perusahaan Jasa Marga yang masih satu lingkup dengan anak perusahaan dan unit kerja. Atau bisa juga memilih menjadi wirausaha dimana karyawan ditawarkan untuk menjadi seorang wirausaha dengan adanya sistem pembayaran non-tunai ini.

Ada 600 km jalan tol sebagai target tiga tahun ke depan oleh Jasa Marga. Selain itu, meskipun dialihkan ke anak perusahaan, jasa Marga juga aktif dalam mengembangkan anak perusahaan seperti adanya Jasa Marga Toll Operations, Jasa Marga Maintenance Service, Jasa Marga Properti, Jasa Marga Rest Area, dan lainnya. Sedangkan untuk pelatihan wirausaha, pihak Jasa Marga mengarahkan wirausaha dengan menyediakan lokasi di Rest Area (Tanpa adanya paksaan)

Dengan adanya program alih profesi ini, para karyawan tidak perlu khawatir untuk kehilangan pekerjaan akibat adanya sistem pembayaran e-money. Bukan hanya sekedar mengalihan profesi saja, pihak Jasa Marga juga menyanggupi untuk melakukan pelatihan dan program magang bagi karyawan yang menempati unit kerja baru dan bidang pekerjaan yang baru. Pelatihan yang dilakukan dimaksudkan untuk membekali para pekerja dengan berbagai keterampilan dan wawasan baru untuk kesiapan menghadapi pekerjaan yang baru.

Rangkaianprogram A-Life dan pelatihan bagi para karyawan merupakan upaya Jasa Marga dalam bertransformasi sejalan dengan perubahan teknologi yang terus berkembang. Perlu adanya kompetensi baru dalam mengawal revolusi teknologi yang tengah terjadi di zaman modern seperti sekarang ini. Terimakasih