Anak Terlambat Bicara
Anak Terlambat Bicara

Memiliki anak merupakan dambaan setiap orang tua. Kebahagiaan orang tua akan memiliki seorang anak terasa sejak awal masa kehidupan anak di dalam kandungan. Banyak para ahli yang menyarankan ibu khususnya untuk mengajak bayi di dalam kandungan berbicara, mengajaknya mendengarkan musik klasik, bahkan mengajaknya untuk bersama – sama mendengarkan dan membaca ayat suci Al –Quran.

Beberapa interaksi yang dilakukan orang tua dengan bayinya tersebut dipercaya akan memberikan efek positif bagi kecerdasan anak termasuk di dalamnya kecerdasan untuk menguasai berbagai keterampilan berbahasa. Hal tersebut terbukti setelah anak dilahirkan dan terus diajak berinteraksi dengan orang tuanya membuat anak mudah untuk berbicara mengujarkan berbagai kosakata. Tentunya beberapa hal tersebut mampu menghindarkan anak terlambat bicara.

Ketika terjadi ketidakmampuan untuk berbicara atau anak terlambat bicara, umumnya ditunjukkan dengan berbagai gejala. Apabila orang tua menyadari gejala – gejala yang ditunjukkan oleh anak, hendaknya dilakukan berbagai upaya untuk mengurangi kemungkinan anak tidak bisa bicara. Pertama, melakukan konsultasi dengan dokter mengenai tumbuh kembang anak. Hal ini penting sebab dokter umumnya mengetahui fase tumbuh kembang anak yang sesuai dengan usianya. Kedua, memberikan anak kesempatan untuk berinteraksi dan bermain dengan teman sebaya.

Melalui proses ini diharapkan akan terlatih kemampuan anak untuk berbicara. Kegiatan ini pun mampu memberikan motivasi pada anak untuk mampu belajar berbicara sebab bermain dengan teman sebaya memerlukan komunikasi secara verbal. Selain itu, dengan mengkonsumsi susu dancow dapat menjadi solusi untuk mampu membuat anak tidak mengalami keterlambatan berbicara.

Oleh karena itu, ketika terjadi gejala anak terlambat bicara hendaknya dilakukan upaya untuk mengatasinya. Upaya untuk mengatasinya dapat dilakukan dengan melakukan konsultasi ke dokter yang mengetahui tumbuh kembang anak yang sesuai dengan usia dan memberikan kebebasan pada anak untuk berinteraksi dengan teman sebaya. Hal tersebut penting untuk melatih kemampuan berbicara pada anak. Walaupun sejak dalam kandungan anak sudah dilatih dan diajak berinteraksi, tetapi yang paling penting adalah pada masa emasnya anak memperoleh banyak interaksi yang membuat piranti bahasanya memiliki banyak kosa kata untuk bekal komunikasi verbalnya dengan orang lain di sekitarnya.