Gunakan Kebaikan Agar Hidup Anda Bahagia

Kalau menyebut kata bahagia, kira-kira apa yang hadir di pikiran kamu? Apakah itu duit? Rumah mewah? Pangkat tinggi? Atau sekedar dari pasangan setia? Beberapa hal bisa jadi argumen saja. Bagaimana satu orang mampu mewujudukan dan merasakan hal ini dalam hidupnya pasti senang dan bahagia bukan. Yang pastinnya tergantung dari setiap individu yang memaknai maksud hidup itu seperti apa. Perasaan yang dibutuhkan manusia disini tidak mempunyai sifat yg baku & tidak akan dihitung seberapa besarnya. Apakah anda salah satunya suka hidup bahagia?

Jika dalam artikel arahan berbagi bahagia bersama tabloidnova.com, sama halnya ada penyebutan kata rasa bahagia yaitu ini yang berasal dari hormon Endorphins yang bisa dirangsang dengan keadaan tersenyum, sehingga tulisan guromis kali ini akan mendapatkan trik mendapatkan kebahagiaan dengan menggunakan berbagi. Dengan cara apa agar kebaikan itu bakal berpengaruh terhadap rasa bahagia anda? Untuk menjawabnya, ikut lebih lanjut “gunakan kebaikan agar hidup anda bahagia”.

Berdasarkan tulisan dari seorang psikolog, yang bernama Abraham Harold Maslow (1908-1970), memaparkan bahwa ada 5 tingkat keperluan manusia, yakni :

1. Keperluan dari jasmani seperti makanan, minum, tidur, interaksi seksual
2. Tingkat berikutnya, yaitu kepentingan untuk keamanan.
3. Ketika kepentingan dari tingkat 1 & 2 tercukupi, maka kepentingan setelah itu yaitu kepentingan sosial yaitu hubungan ke orang lain, ini melibatkan keperluan individu akan hidup dapat di terima sebagai anggota sebuah grup, dan dapat bermasyarakat. Dalam tingkat ini, termasuk juga serta kepentingan utk mencintai/dicintai & bekeluarga.
4. Kemudian kepentingan seterusnya pengakuan dari orang lain. Umumnya ini sangat mempengaruhi harga diri. Termasuk juga merasakan bahwa diri sendiri lebih hebat daripada yang lainnya. Padahal di baliknya semua itu, terdapat hasrat untuk menciptakan rasa bangga pada diri melalui hal-hal tersebut, sehingga prestasipun dapat dipercaya orang lain.
5. Tingkat keperluan terakhir & paling tinggi yaitu aktualisasi diri. Untuk tingkat ini, seorang tengah mengupayakan ”melupakan” pada dirinya, yang semata-mata mau memberikan manfaat sebesar-besarnya atau dengan kata lainnya adalah ikhlas.

Fungsi & kerja otak nyatanya terjadi sejalan dgn teori tingkat kepentingan tersebut. Perasaan bahagia ditimbulkan dari hormon kebahagiaan (Endorphins). Bakal makin kuat bersama tingginya tingkat keperluan dari satu orang. Melaksanakan kebaikan bakal jadi kiat paling baik buat mendapatkan rasa bahagia (kebahagiaan). Diluar itu juga keunggulan dari menjalankan kebaikan akan merangsang hormon kebahagiaan, serta badanpun tidak membatasi hormon Endorphins yg dikeluarkan. Maka dapat diambil ringkasannya adalah makin banyak melakukan dan berbuat kebaikan, maka rasa bahagia (kebahagiaan) akan datang dengan sendirinya dan hal yang dicapai akan bakal makin kuat & lebih lama.

Kala ini bisa disaksikan sendiri, gimana melalukan kebaikan sudah jadi sesuatu factor yg langka, bahkan utk sekian banyak orang dianggap kuno, tidak utama atau tak menguntungkan. Sampel seperti tidak mau berikan sekedar duit receh terhadap pengemis sebab dianggap juga sebagai penyakit penduduk, atau tak memberikan peluang terhadap pejalan kaki yg mau menyebrang kala kita berkendara, malas menolong tetangga yg kesusahan, atau terkadang buat sharing senyum saja kita teramat berat.

Gunakan kebaikan agar hidup anda bahagia apakah itu kecil atau besar, sejatinya bisa menopang diri kita sendiri utk akan hidup lebih bahagia. Lantas masihkah berpikir berbuat baik itu tak mutlak & tidak menguntungkan? Atau masihkah kita mengabaikan & menunda dalam berbuat kebaikan? Carilah & dapatkan kebahagiaanmu dgn mengimplementasikan Kebaikan.

Tinggalkan balasan