balita susah makan
balita susah makan

Ibu mana sih yang tidak bahagia jika buah hatinya terlihat riang gembira, sehat dan ceria. Pastinya semua ibu mendambakan hal demikian itu, tapi bagaimana jika hal itu terjadi malah sebaliknya yaitu balita kita murung, lunglai, tidak memiliki gairah. Salah satu faktor penyebabnya ialah akibat balita susah makan.

Faktor inilah yang menjadi permasalahan klasik yang dialami para ibu-ibu khususnya ibu muda yang baru pertama kali memiliki balita. Intinya perlu pemahaman yang mendalam agar balita kita terpenuhi suplai asupan nutrisi/gizi karena balita sedang dalam masa pertumbuhan baik fisik maupun mental sehingga harapan anak cerdas, ceria dan sehat menjadi kenyataan

Menyikapi hal demikian di atas tadi, kiranya harus ada upaya yang baik oleh ibu-ibu agar kasus balita susah makan dapat diminimalisir sedemian rupa. Pemberian suplemen penambah nafsu makan, sering dilakukan para ibu sebagai solusi terbaik dan cepat dalam mengatasi masalah tadi. Namun hal demikian bukan solusi terbaik karena hal itu sebagai alternatif dalam memenuhi kebutuhan gizinya sehingga perkembangan balita menjadi baik yang ditunjukan dengan sesuainya berat/tinggi badan terhadap umur balita. Berikut kami sampaikan beberapa penyebab balita susah makan, diantaranya:

  • Terlalu sering jajan di luar/cemilan. Faktor inilah yang paling banyak ditemukan. Hal ini terjadi akibat orang tua terlalu sibuk sehingga tidak sempat memberikan makan bagi buah hatinya.
  • Hilangnya selera makan. Hilangnya selera makan tidak hanya terjadi pada orang dewasa, balita pun bisa mengalaminya. Hal tersebut dapat kita lihat dari sering disemburkanya makanan yang dia makan
  • Senang bermain di luar rumah. Fase ini terjadi setelah balita menginjak usia 20 bulan ke atas, dimana anak sudah mulai mampu berjalan. Berkat rasa ingin tahu yang tinggi maka balita cenderung lupa akan makan sebagai akibat dari ketertarikan akan dunia luar seperti bermain dan lain-lain.
  • Tumbuh gigi. Fase ini juga pasti dialami oleh setiap balita, hal ini akibat dari gangguan fisik (gusi). Fase ini terjadi pada balita menginjak usia 20 bulanan.

Dari beberapa penyebab tersebut para ibu dapat menganalisis penyebab balita kurang makan. Dengan analisis tersebut kita dapat mencari solusinya dengan menghindari hal-hal tersebut. Misalnya kurang makan akibat terlalu sering jajan. Para ibu dapat menghindari hal tersebut dengan cara memberikan makan balita secara teratur sebelum mereka jajan. Kalau perut mereka kenyang untuk jajan pun mereka tidak akan tertarik.