Reksadana syariah
Reksadana syariah

Bagi anda yang sering beraktivitas di pasar modal, tentu sudah mengenal apa itu reksadana. Begitu juga dengan reksadana syariah. Karena reksadana merupakan pilihan investasi pasar modal yang cenderung aman dibandingkan dengan pilihan investasi lainnya. Secara pengertian, reksadana sendiri adalah investasi yang menggunakan modal yang berasal dari banyak pihak. Bisa dibilang investasi gabungan. Kemudian dana yang terkumpul ini akan diinvestasikan oleh pihak pengumpul dana.

Sehingga bisa dikatakan, resiko terbesar dalam investasi melalui reksadana adalah jika kita salah memilih pihak yang akan mengolah dana kita. Pihak yang diperbolehkan untuk mengolah dana ini haruslah pihak yang memiliki ijin. Dimana agar tidak Fix Antimalware Service Executable virus tertipu, anda harus memilih pihak yang memiliki kredibilitas baik. salah satu pihak yang diperbolehkan untuk mengelola dana reksadana sistem syariah adalah Schroders. Yaitu suatu perusahaan investasi yang berpusat di Inggris dan didirikan lebih dari 200 tahun yang lalu.

Saat ini, Schroders memiliki 37 kantor cabang di 23 negara berbeda yang tersebar di eropa, asia dan amerika. Beberapa produk investasi yang ditawarkan untuk ditangani oleh schroders Indonesia dibedakan menurut tingkat resikonya, yaitu:

  • Resiko rendah,
  • Resiko konservatif,
  • Resiko moderat,
  • Resiko agresif.

Sesuai hokum investasi, dimana semakin tinggi investasi maka tingkat pengembalian juga akan semakin tinggi. Adapun reksadana syariah sendiri merupakan investasi yang ada pada tingkatan resiko moderat. Dengan demikian dana yang terkumpul akan diusahakan untuk mendapatkan penghasilan yang bertumbuh secara terus menerus.