Penyebab penyakit disentri
Penyebab penyakit disentri

 

Cuaca panas dan debu yang bertebaran menjadi ancaman khusus bagi putra – putri Anda yang masih berada di usia bawah lima tahun (balita). Daya tahan tubuh yang masih belum sempurna dan kuman bakteri yang bertebaran menjadi penyebab penyakit disentri pada anak – anak.

Makanan yang dijual di jalanan dekat sekolah putra – putri Anda besar kemungkinannya telah terpapar debu dari kendaraan dan terkena lalat. Sebagaimana kita tahu bahwa lalat suka hinggap di tempat – tempat kotor seperti tempat sampah, sehingga makanan yang telah terkontaminasi kuman bakteri menjadi media pembawa dan penyebab penyakit disentri.

Disentri yang terjadi pada pasien anak biasanya akan berlangsung lebih lama dari pada orang dewasa, sekitar 7 hari. Namun intensitas konplikasi dan luka pada saluran cerna belum terlalu parah, karena asupan makanan pada balita belum beragam sebagaimana orang dewasa. Apabila putra – putri Anda mengeluhkan sakit perut disertai buang air besar yang terus menerus dan tampak darah pada feses, kemudian diikuti demam dan nyeri pada perut bagian bawah, berikut langkah – langkah yang bisa Anda ambil sebagai langkah awal penyembuhan,

  • Apabila putra – putri Anda masih bayi, siapkan daun sirih yang dipanaskan dan dicampur dengan minyak, lalu letakkan di perut dan ditahan dengan gurita bayi.
  • Apabila sudah lebih besar, usia toddler, Anda bisa merebuskan daun sagu yang sudah diremas – remas, lalu air rebusannya diminumkan kepada anak Anda
  • Padal hal makanan kurangi asupan yang berserat tinggi, dan gantikan dengan makanan yang berserat rendah dan mudah dicerna tubuh, misalnya wortel, labu, pisang, pir, dan semangka.
  • Kurangi makanan berlemak tinggi seperti coklat, eskrim, makanan yang digorang, dan makanan berlemak tinggi, karena akan memberatkan kerja pencernaan tubuh yang masih terganggu.
  • Penyebab penyakit disentri adalah makanan dan lingkungan sekitar sehingga pastikan Anda memantau putra – putri Anda untuk menjaga kebersihan diri, makanan, dan mencuci tangan dengan Lifebuoy setiap akan memegang makanan, baru kembali dari bepergian, dan sebelum tidur untuk menjaga kesehatan dan kebersihan diri.