Ragam Jenis Alat untuk Kesehatan Single Use
Ragam Jenis Alat untuk Kesehatan Single Use

Alat kesehatan medis selama ini dikenal memiliki banyak jenisnya, maka dari itu sering dikelompokkan di dalam sejumlah kategori. Salah satu pembagian kategorinya berdasarkan dalam usia peralatan. Ada sejumlah peralatan dalam dunia kesehatan yang hanya boleh untuk digunakan satu kali atau single use. Kemudian setelah itu langsung harus dihancurkan. Beberapa alat-alat medis single use atau disposable diantaranya ada dibawah ini.

Jarum Suntik Atau Spuit

Alat semacam ini tentunya sangatlah familiar di telinga Anda. Terutama ketika berada dalam ruang laboratorium rumah sakit, termasuk juga alat yang seringkali digunakan. Jarum suntik semacam ini terdiri dari beragam ukuran yakni 1 cc, 3 cc hingga 50 cc. Bukan hanya mengenai ukuran dari tabung suntik yang membedakan, namun termasuk juga ukuran jarum yang harus disesuaikan dengan apa yang Anda butuhkan. Karena masing-masing pemanfaatan jarum ini harus juga sesuai dengan obat maupun kegunaannya.

Peralatan semacam ini sekarang masih sangat banyak beredar di pasaran serta bahkan dijadikan alat permainan anak-anak. Meskipun dari luar peralatan semacam ini terlihat sangat bersih, akan tetapi pada dasarnya Anda tidak mengetahui apakah alat tersebut sudah pernah dimanfaatkan dalam hal apa saja serta apakah telah disterilkan. Maka dari itulah Anda lebih baik menghindari penggunaan peralatan kesehatan yang satu ini sebagai barang mainan.

Jarum Infus Atau Abocatch

Alat kesehatan ini seringkali digunakan dalam rumah sakit serta akan dihubungkan pada slang infus guna memasukkan obat-obatan secara langsung ke dalam pembuluh darah dan juga organ tubuh. Ini termasuk sebagai alat dengan pilihan warna yang sangat beragam warna sesuai dengan ukuran dari jarumnya, tujuannya adalah mempermudah petugas dalam menemukan ukuran yang dibutuhkan. Di dalam menentukan lokasi dari pemasangan jarum memang lebih baik dilakukan perubahan setiap 48 hingga 72 jam sekali serta setiap kali dipindah perlu menggunakan jarum baru. Hal ini dilakukan guna menghindari terjadinya infeksi, iritasi maupun serangan bakteri dan virus yang sudah menempel ke jarum yang sebelumnya digunakan.