peran ayah
peran ayah

Di dalam kehidupan anak, terkadang peran ayah tidak terlalu terasa lantaran sosoknya sibuk di luar rumah. Hal ini juga yang memberikan stereotip di mana ayah tidaklah penting atau berpengaruh dalam membesarkan anaknya, maupun dalam pendidikannya. Padahal, untuk anak yang sedang tumbuh, peran kedua orang tuanya sangatlah penting, terutama dalam soal disiplin.

Anak tak peduli apakah sang ayah naik jabatan ataupun sedang sibuk dengan hobinya. Namun yang mereka tahu adalah, mereka ingin mendapatkan perhatian serta bantuan dari ayah-ayah mereka dalam hidupnya. Anda sebagai figur seorang ayah mempunyai tanggung jawab penting sebagai contoh dan teladan bagi anak, terutama bagaimana melakukan tanggung jawab di sekolah.

Apa saja yang menjadi peran seorang ayah ketika anak sekolah? Anda bisa melakukan ini untuk semakin melibatkan diri dalam kehidupannya:

  1. Komunikasi

Sering-seringlah bertanya kepada anak bagaimana pengalaman di sekolah. Tentang teman-temannya, bagaimana pelajaran dan guru-gurunya. Buat anak nyaman untuk bisa bercerita kepada Anda, tanpa takut merasa dihakimi atau disalahkan.

  1. Hadir di momen-momen penting

Misalnya anak Anda terpilih jadi tokoh utama di drama sekolah, atau pertandingan olahraga. Baik perannya kecil atau besar, datanglah di momen-momen spesial itu agar mereka merasa dihargai.

  1. Menjadi guru di rumah

Dampingilah anak ketika belajar dan mengerjakan pekerjaan rumah. Bantu mereka agar Anda sendiri tahu kesulitan yang sedang dihadapi anak. Tak hanya soal pelajaran, tetapi juga memberikan pelajaran dalam naik sepeda, dalam mengerjakan urusan rumah, merapikan kamar, dll.

  1. Mengajarkan disiplin

Berikan aturan tegas kepada anak tentang apa yang boleh dan tidak, apa batasan-batasan yang ada, dan apa konsekuensi jika batasan itu dilanggar, serta reward jika anak mematuhinya. Tegas, tenang, dan konsisten, aturan tersebut juga harus Anda taati sendiri.

Peran ayah dalam mendidik anak sangatlah besar. Banyak orang mengatakan bahwa ayah sedikit banyak mempengaruhi karakter mereka, entah karena ayah mereka sangat terlibat dalam hidup mereka, atau justru karena absen sama sekali. Jangan jadi ayah yang terakhir, tetapi jadilah partner istri, menjadi ayah yang memimpin sekaligus guru dalam keluarga Anda.