cara pengajuan kpr

Kredit rumah sepertinya sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia karena semakin terbatasnya jumlah lahan dan naiknya harga tanah beserta rumah. Membeli rumah dari awal daripada menabung dulu sepertinya pilihan yang bijak karena secara nyata rumah sudah didapatkan dari awal. Dalam meminjam uang untuk membeli rumah, seseornag tidak akan lepas dari perhitungan KPR yang merupakan esensi dari bagian perkreditan. Ada banyak sekali bank yang menawarkan layanan kredit seperti ini seperti bank BTN. Sebagai badan usaha milik negara Indonesia, bank ini dapat memberikan pelayanan prima karena pengalaman dan jangkauan yang besar. Oleh karena itu tidak ada salahnya mengetahui beberapa syarat yang dibutuhkan untuk dapat meminjam uang dari bank tersebut.

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya :

Salah satu syarat utama untuk mendapatkan pinjaman kredit rumah adalah identitas diri. Identitas di sini tidak terbatas pada kartu tanda penduduk atau kartu keluarga saja. Ada banyak berkas lain yang harus dilengkapi seperti surat kesehatan, NPWP, dan data pekerjaan. Data pekerjaan ini sangat berpengaruh dari keputusan perhitungan KPR karena jika pekerjaan yang dilakukan tidak memenuhi persyaratan maka KPR tidak akan diproses lebih lanjut. Untuk pekerjaan, satu hal yang pasti adalah pekerjaan yang tetap. Tidak mungkin sekali bagi bank untuk memberikan pinjaman tanpa ada kejelasan apakah uangnya bisa dikembalikan. Surat penghasilan tersebut biasanya disahkan oleh keterangan dari orang yang bertanggung jawab seperti pihak perusahaan atau pihak pemerintah.

Syarat-syarat tersebut tentu saja bisa disiapkan oleh siapa saja yang ingin membangun kerja sama untuk mendapatkan kredit rumah. Akan tetapi akan ada masalah yang harus diselesaikan dengan mempersiapkan data yang akan diisi. Salah satu hal yang paling sensitif adalah permasalahan pendapatan per bulan dari calon debitur tersebut. Pihak bank biasanya tidak akan melanjutkan permohonan dan lanjut ke perhitungan KPR jika penghasilan orang tersebut hanya cukup untuk membayar rumah saja. Harus ada sejumlah uang yang lebih atau sisa karena itu tentu saja sebagai bukti bahwa orang tersebut bisa hidup dan membayar cicilannya di masa depan.